Suatu kawasan/wilayah dalam alam pikiran yang dibatasi tembok "mata dan telinga", dengan pemahaman yang di deskripsikan lewat rumus L=PXP, LOGIKA=PENGLIHATAN X PENDENGARAN. Logika membatasi kita untuk memahami "inti" dari sesuatu,hal atau sebuah materi, logika membuat kita menjadi mahluk yg mengandalkan apa yang tampak di hadapan mata dan bisa di dengar telinga, logika mengesampingkan peran mata hati/mata bathin sebagai sumber KEBENARAN SEMESTA yang ,melahirkan sebuah nama INTUISI. Logika menghasilkan keputusan yg di inisiasi oleh pertimbangan mata dan telinga, sering berubah sesuai dg tipuan mata dan rayuan telinga, tetapi INTUISI dihasilkan dari bathin yg jernih yg di transfer oleh semesta sehingga hukum alam sangat mempengaruhinya, segala sesuatunya bersifat pasti, tidak ada pertimbangan 'kedekatan,tipuan mata dan rayuan telinga' seperti karmaphala, pasti dan pasti. Logika bersifat ego, dan sangat besar kemungkinan untuk di intervensi, dimanipulasi dengan hal hal yang bertentangan dengan semesta dan alam diluar mata/telinga. Untuk meminimalisir kesalahan itu, maka kita semestinya membuka hati untuk mau belajar di setiap tarikan nafas, melihat dunia dari sisi yang lain dan mulai belajar ,mendengar dari siapapun tanpa memandang personalnya. Mari buka mata dan telinga lebih lebar serta menghemat olahraga mulut. LOGIKA fase 2 diatas INSTING, dibawah INTUISI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar